Issue & Crisis Communication Training 2025: Agrinesia Tingkatkan Kesiapsiagaan Tim PR
- Juli 24, 2025
- Posted by: Ratu Mazia
- Category: Blog ,
Bogor, 15 Juli 2025 – Di tengah arus informasi yang bergerak begitu cepat dan ruang digital yang terbuka luas, krisis komunikasi bisa muncul kapan saja baik dari faktor internal maupun eksternal perusahaan. Dalam situasi seperti ini, kemampuan merespons secara tepat, terukur, dan profesional menjadi keharusan. Menyadari pentingnya hal tersebut, PT Agrinesia Raya mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan pelatihan Issue & Crisis Communication yang dipandu langsung oleh Ibu Elvera N. Makki, CEO dan Founder VMCS Advisory, yang juga berperan sebagai fasilitator dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan tim komunikasi dan memperluas pemahaman lintas fungsi terhadap tata kelola isu dan krisis di lingkungan perusahaan. Training yang dihadiri business owners dan jajaran direksi perusahaan mencerminkan keseriusan Agrinesia dalam membangun ekosistem komunikasi krisis yang kolaboratif dan menyeluruh.
“Kami percaya bahwa krisis tidak bisa dihindari, tapi bisa disiapkan. Pelatihan ini menjadi langkah strategis agar tim komunikasi Agrinesia tidak hanya siap bertindak, tapi juga bisa memimpin narasi dengan tenang dan akurat,” ujar Rizka Wahyu Romadhona, Direktur Pelaksana PT. Agrinesia Raya.
Pelatihan berlangsung secara intensif, menggabungkan teori strategis dengan praktik langsung yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kerjasama antar peserta. Salah satu bagian paling menantang sekaligus menarik adalah sesi simulasi krisis, di mana peserta dilatih untuk merespons tekanan dari media dalam sebuah skenario kasus yang mensimulasikan situasi darurat reputasi.
Dalam sesi ini, peserta harus mampu menyampaikan pernyataan kepada media secara profesional, mengelola persepsi publik, dan mempertahankan kepercayaan terhadap perusahaan di tengah gempuran pertanyaan yang sensitif. Simulasi ini difasilitasi oleh Inne Sudjono, praktisi senior di bidang media dan komunikasi, yang dikenal luas atas pengalamannya sebagai jurnalis dan penyiar berita. Selain itu ada juga Harun Mahbub Bilal sebagai co-fasilitator, yang turut membimbing peserta dalam penyusunan pesan kunci dan teknik menghadapi tekanan publik dengan pendekatan komunikasi yang berimbang.
“Kesiapan menghadapi krisis bukan hanya tanggung jawab satu divisi. Seluruh tim harus punya satu suara, satu strategi, dan satu arah saat menghadapi tekanan publik,” ungkap Anggara Kasih Nugroho Jati, Direktur Utama PT. Agrinesia Raya, yang juga membuka pelatihan ini dengan sesi pemantik dan refleksi tentang pentingnya membangun sistem komunikasi yang tangguh sejak dini.
Pelatihan ini menjadi bagian dari transformasi internal Agrinesia dalam membangun organisasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Tidak hanya menekankan pada aspek teknis komunikasi, pelatihan ini juga mendorong peserta untuk memahami sensitivitas sosial, empati publik, serta pentingnya menjaga integritas pesan yang disampaikan ke luar.
“Kami menyadari pentingnya ketahanan reputasi di tengah tantangan bisnis dan ekspektasi publik. Pelatihan ini menjadi bagian dari transformasi budaya komunikasi kami, agar seluruh tim makin siap menjaga integritas brand dan kepercayaan stakeholder,” ujar Nanang Siswanto, Marketing Director PT Agrinesia Raya.
Melalui pelatihan ini, Agrinesia berharap dapat menciptakan budaya komunikasi yang lebih tangguh, responsif, dan strategis menjadikan setiap individu bukan hanya sekadar penyampai pesan, tetapi juga pengelola persepsi dan penjaga kepercayaan publik terhadap perusahaan. Dengan kesiapsiagaan yang lebih matang, Agrinesia menegaskan komitmennya untuk terus bergerak maju sebagai perusahaan yang terbuka, profesional, dan siap menghadapi tantangan reputasi di masa depan.